Bandarlampung (Begawinews.com)
Lapor pak Gubernur Lampung, ada pengkondisian pekerjaan pemasangan atap rangka baja hingga pengadaan baju seragam sekolah yang membebani wali murid, dan kegiatan tour disekolah, disinyalir dimonopoli oknum Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung.
Hal itu terungkap berdasarkan hasil investigasi media beginews.com di sejumlah sekolah di Lampung.
“Kami sempat ditawarkan dan ditekan olah kerabat dari salah satu kabid disdik Lampung dan kepala cabang disdik meminta agar pengadaan baju seragam sekolah hingga pemasangan atap rangka baja untuk sekolah yang yang mendapatkan aggaran revitalisasi dana alokasi khusus (DAK) untuk dikelola,” kata salah satu kepala sekolah di Lampung Tengah, sepekan lalu.
Kepsek yang meminta untuk dirahasiakan namanya ini menyatakan tekanan maupun tawaran oknum Disdikbud Lampung sempat ditolak mengingat tidak ada petunjuk dari kepala dinas dalam pengelelolaan pemasangan atap rangka aja maupun pengadaan baju seragam sekolah saat Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB)
“Kami sempat menolak tawaran itu, meski ada tekanan. karena tidak ada perintah dari pimpinan,” ungkapnya.
Hal senada juga dirasakan salah satu Kepsek di Lampung Utara mengaku merasa ditekan jika menolak penawaran kerja sama oleh kerabat oknum Disdik Lampung.
“Kami smpat ditakut-takuti akan di copot jabatan Kepsek jika tawaran kerjasama pemasangan atap rangka baja dan seragam sekolah ditolak,” ungkapnya.
Suara sumbang juga dihembuskan dari salah satu pemilik tour yang selama ini telah menjalin kerjasama di sekolah, Anip mengaku pengkondisian kegiatan perjalanna tour untuk siswa SMA maupun SMK se Lampung diduga dimonopoli salah satu oknum Disdikbud Lampung bekerjasama dengan salah satu pemilik tour untuk mencari komisi dari keuntungan kegiatan perjalanan dan pelatihan dikegiatan sekolah.
“Selama ini kami sudah kerjasama dengan Disdikbud Lampung, namun belakangan pihak sekolah merasa ada tekanan untuk mengalihkan kerjasama dalam kegiatan tour siswa SMA dan SMK di Lampung ke salah satu pemilik tour yang bekerjsama denga salah satu oknum Disdik Lampung,” ungkapnya Selasa (21/7/2026).
Sementara kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan Lampung Thomas Amirico S.STP, M.H saat dikomfimasi, Rabu (15/7/72026). menegaskan tidak ada perintah atau terlibat untuk mengkondisikan baik kegiatan DAK maupun pengadaan seragam sekolah dan tour di SMA dan SMK.”
“Saya tidak ada perintah atau menawarin pemasang rangka aja maupun seragam sekolah disekolah, Ya nanti saya pelajari dan cek, jika benar terjadi saya akan mengambil tindakan tegas,” ungkap Thomas. (RED)





















