
Mahasiswa menyoroti isu-isu nasional seperti pengesahan RUU Perampasan Aset, transparansi tunjangan DPRD, evaluasi menteri bermasalah, hingga desakan agar Kapolri mundur. Mereka juga menekankan persoalan lokal, termasuk polemik lahan SGC serta tuntutan peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan.
“Ini bukan sekadar kepentingan mahasiswa, tapi suara rakyat Lampung yang harus diperjuangkan,” kata seorang orator.
Gubernur Lampung Ahmad Mirzani Djausal turun langsung menemui massa. Bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda), ia duduk berbaur dengan peserta aksi di pelataran gerbang kantor gubernur. “Saya bersama seluruh stakeholder akan memperjuangkan aspirasi ini untuk disampaikan kepada Presiden,” ujarnya.
Aksi damai itu mendapat pengawalan aparat kepolisian dan berlangsung kondusif. Massa berjanji mengawal 13 tuntutan mereka hingga pemerintah mengambil langkah nyata. (red)






















