Lampung Utara (Begawinews.com)-Penyaluran bantuan sembako melalui Dinas Sosial kepada beberapa kelurahan di kecamatan Kotabumi diberikan langsung Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis. M.Si, menuai kekecewaan masyarakat merasa tidak tepat sasaran karena pengelolaan dilakukan team Sukses Pemlihan kepala Daerah (Pilkada), Jum’at, (26-12-2025)
Kekecewaan pembagian sembako dirasakan oleh salah satunya Mulyadi menyatakan, pembagian sembako dari pemerintah daerah Lampura, tapi yang mengelola team sukses, bukan pihak kelurahan, sementara yang mengetahui data masyarakat pihak kelurahan bukan team sukses.”saya ini kena Desil 6 dan dari tahun 2025 sampai mau pergantian tahun saya tidak dapat. Pembagian sembako dari pemerintah daerah ini gak bener, masa yang ngelolanya team sukses bukan dari pihak kelurahan dan saya ini kena Desil 6,” keluhnya.
la menyebutkan, diketahui sebanyak 24 orang penerima bantuan sembako dari pemerintah daerah itu ada yang kemarin dapat BPNT dan PKH, dan ini pun masih dapat, data masyarakat yang terkena Desil 6 sampai 10 kan pihak kelurahan bukan team sukses, jangan mereka mendata sanak saudara, kerabat dekat saja (Sekelik ekam)
“Sebanyak 24 orang yang dapat sembako itu ada beberapa orang yang kemarin mereka dapat BPNT dan PKH,” ujarnya.
Senada kekecewaan yang disampaikan salah satu masyarakat kelurahan cempedak Bapak Can mengeluhkan selam ini dirinya tidak pernah dapat bantuan sosial semasekali dari Pemerintah.
“Siapa tau nama saya di data dapat bantuan, ternyata saya cuma jadi penonton saja” Keluhnya.
Hal senda disampaikan Samin salah satu masyarakat kelurahan Cempedak merasa kecewa dalam pembagian sembako tersebut, pasalnya orang tua nya “Sariah” yang sudah Lansia dari tahun 2025 sampai akhir tahun tidak dapat bantuan sosial.
Sebaikya yang ngebagi dari pihak kelurahan, bukan team sukses, yang punya data kan kelurahan. Jangan mentang mentang team sukses. ini kan bantuan pemerintah daerah sebaiknya dibagikan di dalam kantor kelurahan, bukan di jalanan seperti ini, sudah kayak ngebagiin jum’at berkah aja. Kami sekeluarga pemilu kemarin tanpa team sukses emang niat dalam hati memilih bapak Hamartoni.
“Orang tua saya sudah Lansia dari tahun 2025 sampai akhir tahun tidak pernah dapat bantuan sosial, kenapa yang ngebagiin team sukses bukan pihak kelurahan, ngebagiin juga di jalan sudah kayak ngebagiin jum’at berkah aja,” paparnya.
Uniknya dalam pembagian sembako Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis. M.Si. menyalurkan bantuan Sembako melalui Dinas Sosial kepada beberapa kelurahan di kecamatan Kotabumi seperti pembagian undian dijalanan
Turut hadir dalam penyaluran bantuan Sosial Sembako di kelurahan Cempedak kepala dinas Sosial Imam Hanafi, Camat Kotabumi yang di wakili Sekcam, Lurah Cempedak Dedy Wrwansyah.
Dalam sambutan bupati Lampung Utaara menghimbau, masyarakat kelurahan Cempedak bila ada masyarakat yang BPJS nya tidak aktif sedang di rawat di rumah sakit, agar minta surat rawat segera mengurusnya di dinas sosial, agar dinas sosial berkoordinasi dengan pihak BPJS.
“Bila BPJS tidak aktif dan sedang di rawat di rumah sakit, agar minta surat rawat segera mengurus di dinas sosial ” Himbau bupati.
Sementara Kepala dinas sosial Imam Hanafi saat di konfirmasi di lokasi menjelaskan bila bantuan Sembako dari pemerintah daerah tersebut untuk meringankan masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terkena dampak Desil 6 sampai 10 dan data di kelurahan Cempedak sebanyak 24 keluarga penerima manfaat.
“Bantuan sembako dari pemerintah daerah buat masyarakat yang terkena dampak Desil 6 sampai 10 data yg sama kami ada 24 keluarga penerima manfaat ” Jelas nya.
Ia menyampaikan juga semoga tidak ada bencana alam kedepan nya, karna yang kita berikan kepada masyarakat kelurahan cempedak sembako tersebut adalah buat bencana alam.
“Semoga tidak ada bencana alam kedepan nya, karna bantuan sembako tersebut buat bencana alam” Sambung imam Hanafi.
Sementara lurah kelurahan Cempedak Dedy Erwansyah menjelaskan bila data masyarakat kelurahan cempedak yang terkena dampak Desil 6 sampai 10 sebanyak 42 orang, bukan 24 orang.
“Yang terkena Desil 6 sampai 10 sebanyak 42 orang bukan 24 orang,” terang Dedy Erwansyah. (Rudi)






















