BANDAR LAMPUNG(Begawi news.com) — Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik sekaligus blantika musik Lampung. Yusuf Putra Ramadhan, wartawan Konkrit News yang juga dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu Lampung “Penyampai Khasa”, berpulang ke rahmatullah, Minggu (13/9/2026).
Putra – sapaan akrabnya – mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 18.17 WIB di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan seprofesi, serta masyarakat yang mengenal karya-karyanya.
Nama Yusuf Putra Ramadhan cukup dikenal melalui lagu “Penyampai Khasa”, karya berbahasa Lampung yang sempat viral dan banyak digunakan sebagai latar suara di media sosial, khususnya TikTok. Lagu tersebut menjadi salah satu karya yang memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Lampung kepada khalayak yang lebih luas.
Bagi kalangan pers, Putra bukan sekadar seorang musisi. Ia juga menjalani profesi sebagai wartawan di Konkrit News. Dua dunia yang digelutinya—jurnalistik dan musik—menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membuat sosoknya dikenang oleh banyak rekan.
Kepergian Putra menjadi kehilangan bagi dunia kreatif Lampung. Karyanya melalui “Penyampai Khasa” telah meninggalkan jejak tersendiri, sementara kiprahnya sebagai wartawan menempatkannya sebagai bagian dari keluarga besar pers di daerah ini.
Putra diketahui berasal dari Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Ia direncanakan dimakamkan di kampung halamannya di Kedondong, Pesawaran.
Kabar kepergian Putra sontak menyebar di kalangan wartawan dan pegiat seni Lampung. Ucapan belasungkawa pun mengalir sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal melalui karya dan pengabdiannya.
Selamat jalan, Putra. Selamat jalan “Penyampai Khasa”
Suara dan karyamu mungkin telah terhenti, tetapi “Penyampai Khasa” akan tetap menjadi bagian dari ingatan dan perjalanan musik Lampung.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.(*/Red)





















